20 Aplikasi Inventory Terbaik Indonesia 2026: Perbandingan Lengkap
Kerja Lebih Mudah denganSAKA AI.
Diperbarui 17 Mei 2026

20 Aplikasi Inventory Terbaik Indonesia 2026: Perbandingan Lengkap

Dari aplikasi stok sederhana, WMS, hingga modul inventory dalam ERP: panduan memilih sistem manajemen persediaan yang sesuai dengan jenis bisnis dan kompleksitas operasional Anda.

Dinda Amalia, S.T., M.M.

Konsultan Transformasi Digital & Analis Sistem ERP, 8+ tahun implementasi

Direview: Budi Santoso, S.T.
26 menit baca
📦

20 Aplikasi Inventory Terbaik

Indonesia 2026: Perbandingan Lengkap

Stok yang tidak terkelola dengan benar bukan hanya masalah gudang, ini masalah arus kas, margin, dan kepercayaan pelanggan yang terkuras perlahan tanpa disadari.

Selisih stok, kelebihan persediaan yang membekukan modal, kekurangan bahan baku yang menghentikan produksi, atau penjualan produk yang sudah habis, semua ini adalah tanda sistem manajemen inventory yang belum memadai.

Artikel ini merangkum 20 pilihan aplikasi inventory yang relevan untuk bisnis Indonesia 2026, dari solusi sederhana untuk toko kecil hingga WMS dan modul inventory dalam ERP untuk perusahaan distribusi dan manufaktur besar.

1. Inventory App vs WMS vs ERP: Mana yang Tepat?

Ada tiga level solusi yang perlu dipahami sebelum memilih:

Tipe SolusiFungsi UtamaCocok untuk
Aplikasi Stok SederhanaCatat masuk-keluar stok, laporan sederhanaToko kecil, warung, UKM awal
WMS (Warehouse Mgmt)Lokasi rak, picking, packing, barcode scanningGudang besar, 3PL, distribusi
ERP + InventoryStok terhubung ke PO, SO, produksi, akuntansiMenengah ke atas, manufaktur, distribusi kompleks

2. Ringkasan 20 Kandidat

#AplikasiBOM/MRP
1SAKA EnterprisePilihan Utama✓
2Jubelio✕
3Zahir Accounting✕
4iREAP POS✕
5Majoo✕
6Moka POS✕
7HashMicro Inventory✓
8Fishbowl Inventory✓
9Katana MRP✓
10Cin7 (DEAR Inventory)✓
11TradeGecko (QuickBooks Commerce)✕
12Zoho Inventory✕
13inFlow Inventory✓
14Lightspeed Retail✕
15Odoo Inventory✓
16SAP Extended Warehouse✓
17Oracle Warehouse Management✓
18Microsoft Dynamics 365 SCM✓
19Vend by Lightspeed✕
20Stocky by Shopify✕

3. Daftar Lengkap & Ulasan Per Software

#1

SAKA Enterprise: Inventory Terintegrasi dalam ERP Kustom

Pilihan Utama

ERP kustom Indonesia · Inventory + Procurement + Akuntansi terintegrasi

Modul inventory SAKA bukan sekadar catatan masuk-keluar stok. Setiap pergerakan barang, dari Purchase Order masuk ke gudang, transfer antar gudang, konsumsi bahan baku produksi, hingga pengiriman ke pelanggan, otomatis ter-record dan terhubung ke jurnal akuntansi. Tidak ada selisih antara laporan stok dan laporan keuangan karena keduanya dari sumber yang sama.

Untuk manufaktur, SAKA mendukung BOM multi-level, MRP berbasis jadwal produksi, lot tracking dan batch number untuk traceability, serta laporan harga pokok produksi yang akurat. Setiap konsumsi bahan baku langsung tercatat ke cost center produksi.

Kelebihan

  • ✓ Stok otomatis terhubung ke akuntansi
  • ✓ BOM multi-level dan MRP untuk manufaktur
  • ✓ Lot tracking / batch number / expiry date
  • ✓ Multi-gudang dengan transfer dan rekonsiliasi
  • ✓ Laporan harga pokok produksi real-time

Pertimbangan

  • â–³ Implementasi butuh pemetaan proses gudang dahulu
  • â–³ Lebih cocok untuk menengah ke atas
  • â–³ Tidak ada harga satuan publik
#2

Jubelio

Lokal · Cloud · Omnichannel inventory

Platform omnichannel Indonesia yang sangat populer untuk bisnis yang berjualan di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan toko fisik sekaligus. Jubelio menyinkronisasi stok secara real-time di semua channel penjualan sehingga tidak terjadi overselling. Dilengkapi manajemen order, pengiriman, dan laporan per channel.

Kelebihan: Sinkronisasi stok multi-channel, integrasi marketplace Indonesia, shipping management.
Pertimbangan: Fokus pada commerce, tidak ada BOM/MRP untuk manufaktur, tidak terintegrasi ke akuntansi mendalam.

Harga: mulai Rp 399.000/bulan

#3

Zahir Accounting (Modul Inventori)

Lokal · Cloud + Desktop · Distributor, UKM menengah

Zahir punya modul inventori yang lebih kuat dibanding kebanyakan software akuntansi lokal. Mendukung multi-gudang, FIFO/LIFO/Average costing, dan rekonsiliasi stok secara berkala. Cocok untuk distributor yang butuh kontrol stok sekaligus pembukuan dalam satu sistem.

Kelebihan: Stok + akuntansi bawaan, multi-gudang, FIFO/Average costing, e-Faktur.
Pertimbangan: Tidak ada BOM/MRP untuk manufaktur, UI lebih tua.

Harga: mulai Rp 3 juta (lisensi desktop)

#4

iREAP POS

Lokal · Cloud · Ritel, toko kecil

Aplikasi kasir + stok lokal Indonesia yang sudah teruji di ribuan toko kecil dan menengah. Fitur meliputi manajemen produk, stok, laporan penjualan, dan mutasi barang. Sangat terjangkau dan mudah digunakan tanpa training panjang.

Kelebihan: Harga terjangkau, mudah digunakan, cocok untuk toko fisik.
Pertimbangan: Tidak untuk bisnis kompleks, tidak ada modul akuntansi mendalam.

Harga: mulai Rp 50.000/bulan

Aplikasi Inventory Lainnya (#5–10)

#5
Majoo: Platform kasir + inventori untuk F&B dan ritel modern. Fitur stok, resep, dan laporan penjualan. Cocok untuk kafe, restoran, dan toko. Rp 149.000/bulan.
#6
Moka POS: POS + stok untuk restoran dan kafe. Populer di kota besar Indonesia. Fitur resep, COGS per menu, laporan penjualan harian. Rp 299.000/bulan.
#7
HashMicro Inventory: Modul inventory dalam suite ERP HashMicro. Fitur lengkap: multi-gudang, barcode, lot tracking, WMS dasar. Terintegrasi dengan modul HashMicro lain. Mulai Rp 3 juta/bulan untuk paket ERP.
#8
Fishbowl Inventory: Software manajemen inventory dan manufaktur untuk bisnis kecil-menengah. BOM, MRP, dan order fulfillment. Terintegrasi dengan QuickBooks. USD 329/bulan cloud.
#9
Katana MRP: Software perencanaan produksi dan inventory modern untuk manufaktur make-to-order. Dashboard visual untuk floor management. Cocok untuk manufaktur kecil yang butuh BOM + MRP + inventory dalam satu UI yang bersih. USD 99+/bulan.
#10
Cin7 (DEAR Inventory): Inventory management cloud untuk distribusi dan ritel multi-channel. Mendukung multi-gudang, barcode, 3PL integration, dan laporan margin per produk. USD 349+/bulan.

Opsi Lainnya (#11–20)

#11
QuickBooks Commerce: Mantan TradeGecko, kini bagian dari QuickBooks. Inventory untuk distributor B2B dan e-commerce. Harga masuk paket QuickBooks tertentu.
#12
Zoho Inventory: Inventory cloud untuk ekosistem Zoho. Cocok jika sudah pakai Zoho Books atau Zoho CRM. Fitur multi-gudang dan multi-channel. USD 59+/bulan.
#13
inFlow Inventory: Inventory dan order management untuk UKM manufaktur dan distribusi. Ada BOM sederhana. USD 110+/bulan.
#14
Lightspeed Retail: Inventory management untuk ritel multi-lokasi. Cocok untuk fashion store, sporting goods, dan toko khusus. USD 89+/bulan.
#15
Odoo Inventory: Modul inventory open-source yang bisa dikombinasikan dengan modul Odoo lain. Mendukung multi-gudang, lot tracking, dan barcode. Gratis jika self-host.
#16
SAP Extended Warehouse Management: WMS enterprise dari SAP untuk gudang besar dengan operasi kompleks. Sangat powerful tapi implementasi panjang dan biaya tinggi.
#17
Oracle Warehouse Management Cloud: WMS cloud enterprise untuk rantai pasok global. Cocok untuk 3PL besar dan perusahaan dengan volume fulfillment yang sangat tinggi.
#18
Microsoft Dynamics 365 SCM: Modul Supply Chain Management dalam ekosistem Microsoft Dynamics 365. Sangat kuat untuk perencanaan produksi dan distribusi skala enterprise. USD 180+/user/bulan.
#19
Vend by Lightspeed: POS + inventory untuk ritel fisik. Cocok untuk toko yang ingin kasir modern sekaligus laporan stok. USD 69+/bulan.
#20
Stocky by Shopify: Add-on inventory gratis untuk merchant Shopify. Cocok untuk toko online Shopify yang ingin stok lebih terorganisasi. Gratis dengan paket Shopify.

4. Matriks Fitur: Perbandingan Langsung

SoftwareMulti-gudangBOM / MRPLot TrackingBarcode / RFIDIntegrasi AkuntansiIntegrasi MarketplaceAPI Terbuka
SAKA Enterprise✓✓✓✓✓ OtomatisKustom✓
Jubelio✓N/ATerbatas✓Via API✓✓
Zahir Accounting✓N/ATerbatas✓✓ BawaanN/ATerbatas
Fishbowl✓✓✓✓Via QuickBooksN/A✓
Katana MRP✓✓✓✓Via add-onN/A✓
Cin7 / DEAR✓Terbatas✓✓✓ Bawaan✓✓
HashMicro Inv.✓✓✓✓Via HashMicroN/A✓
Odoo Inventory✓✓✓✓Via OdooN/A✓
Zoho Inventory✓N/ATerbatas✓Via Zoho BooksN/A✓
SAP EWM✓✓✓✓Via SAP ERPN/A✓

5. Inventory untuk Manufaktur: BOM, MRP & WIP

Inventory untuk perusahaan manufaktur sangat berbeda dari inventory ritel. Ada tiga konsep kunci yang tidak boleh hilang dari solusi yang Anda pilih:

Bill of Materials (BOM)

Daftar komponen dan bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat satu unit produk jadi. BOM multi-level dapat mencakup sub-assembly dan komponen yang dibeli dari luar. Software harus bisa menghitung total kebutuhan bahan baku dari jadwal produksi secara otomatis.

Material Requirements Planning (MRP)

Sistem yang secara otomatis menghitung kebutuhan bahan baku berdasarkan BOM dan jadwal produksi, kemudian menghasilkan rekomendasi Purchase Order (PO) ke supplier. Ini yang membedakan software manufaktur dari sekadar aplikasi stok biasa. Tanpa MRP, perencanaan kebutuhan bahan masih dilakukan manual.

Work-in-Progress (WIP) Tracking

Kemampuan mencatat status produksi yang sedang berjalan: bahan sudah diambil dari gudang, proses produksi sedang berlangsung, dan produk jadi belum selesai. WIP yang akurat sangat penting untuk laporan harga pokok produksi (HPP) yang benar.

⚠️ Penting untuk Manufaktur

Banyak software inventory yang mengklaim "cocok untuk manufaktur" tapi tidak punya BOM multi-level atau MRP yang sesungguhnya. Pastikan vendor bisa mendemonstrasikan alur lengkap: dari Sales Order ke MRP ke Purchase Order otomatis ke penerimaan bahan ke Work Order ke produksi ke produk jadi ke pengiriman ke jurnal HPP, semuanya dalam satu sistem.

6. Checklist Evaluasi: 12 Pertanyaan Kunci

Skor Evaluasi Inventory

7. Rekomendasi per Jenis Bisnis

Jenis BisnisRekomendasi
Toko kecil / warungiREAP POS atau Majoo
Restoran / kafe / F&BMoka POS atau Majoo
Toko online / omnichannelJubelio
Distributor / grosirZahir Accounting atau Cin7
Manufaktur kecil-menengahKatana MRP atau Fishbowl
Manufaktur/distribusi kompleks IndonesiaSAKA Enterprise (ERP)
Enterprise, gudang besarSAP EWM atau Oracle WMS

8. FAQ

Software inventory standalone mengelola stok masuk-keluar dan laporan persediaan. WMS lebih spesifik untuk operasional gudang: lokasi rak, picking, packing, dan shipping. Modul inventory dalam ERP menghubungkan stok langsung dengan pembelian, penjualan, produksi, dan akuntansi dalam satu sistem. Untuk bisnis yang stoknya memengaruhi laporan keuangan dan proses produksi, ERP adalah pilihan paling efisien.

Untuk distribusi Indonesia, pilihan tergantung skala: Jubelio cocok untuk omnichannel dengan banyak SKU. Zahir Accounting punya modul inventori kuat untuk distributor menengah. Untuk distribusi kompleks dengan multi-gudang, otomasi pembelian, dan laporan margin per produk secara real-time, ERP kustom seperti SAKA lebih tepat.

Harga bervariasi: aplikasi sederhana seperti iREAP POS mulai Rp 50.000/bulan. Jubelio mulai Rp 399.000/bulan. Katana MRP mulai USD 99/bulan. Fishbowl sekitar USD 329/bulan. Untuk ERP dengan modul inventory terintegrasi seperti SAKA, biaya disesuaikan dengan jumlah modul, gudang, dan integrasi yang dibutuhkan.

Untuk manufaktur: (1) Bill of Materials (BOM) multi-level, (2) MRP: kalkulasi kebutuhan bahan otomatis dari jadwal produksi, (3) lot tracking/batch number untuk traceability, (4) stok safety yang bisa dikonfigurasi per bahan baku, (5) laporan WIP, dan (6) integrasi antara konsumsi bahan dan jurnal harga pokok produksi. Pastikan vendor bisa demo alur lengkap dari Sales Order hingga HPP.

Cloud lebih cocok jika tim bekerja dari banyak lokasi, tidak ada IT internal, atau bisnis lebih kecil. On-premise lebih cocok jika ada concern keamanan data yang ketat, koneksi internet tidak stabil di lokasi gudang, atau regulasi mengharuskan data disimpan di server sendiri. ERP kustom seperti SAKA menawarkan keduanya tergantung preferensi.

Tanda sudah waktunya: (1) stok sering selisih antara catatan dan fisik, (2) tim harus cocokkan data dari beberapa file sebelum memutuskan pembelian, (3) tidak ada visibilitas stok real-time di semua gudang, (4) penjualan pernah terjadi untuk produk yang sudah habis stok, (5) laporan HPP sulit disusun karena bahan baku tidak ter-track dengan benar.

SAKA Enterprise

Inventory yang Terhubung ke Seluruh Rantai Operasional

Setiap pergerakan barang otomatis ke akuntansi. BOM dan MRP untuk manufaktur. Multi-gudang tanpa rekonsiliasi manual. Tidak ada selisih antara stok fisik dan laporan keuangan.

Artikel ini ditulis oleh Dinda Amalia, S.T., M.M.

Direview oleh Budi Santoso, S.T., Konsultan Manajemen Rantai Pasok

Terakhir diperbarui: 17 Mei 2026

SAKA

Jadwalkan Demo Gratis

Isi data berikut, tim kami menghubungi dalam 1×24 jam.

  • Tidak ditemukan