Cloud vs On-Premise ERP? Panduan Memilih Infrastruktur
Memilih antara Cloud ERP dan On-Premise bukan sekadar preferensi teknis. Ini adalah keputusan finansial dan strategis yang mempengaruhi bagaimana bisnis beroperasi dalam 5-10 tahun ke depan.
Kedua opsi memiliki kelebihan dan konsekuensi biaya yang berbeda. Artikel ini membedah perbedaan utama keduanya dari sisi investasi, keamanan, dan fleksibilitas akses agar Anda dapat menentukan pilihan yang tepat. Jika Anda masih ragu apakah bisnis Anda sudah memerlukan ERP, baca dulu artikel kami tentang 5 Tanda Vital Bisnis Membutuhkan ERP.
1. Perbedaan Mendasar
On-Premise ERP diinstal pada server fisik milik perusahaan sendiri. Anda membeli lisensi perangkat lunak di awal, memiliki perangkat keras, dan bertanggung jawab penuh atas pemeliharaannya.
Cloud ERP (SaaS) dihosting oleh penyedia layanan (vendor). Anda mengakses sistem melalui internet. Biayanya berbasis langganan, dan vendor mengelola keamanan serta pembaruan sistem.
2. Struktur Biaya: CAPEX vs OPEX
Perbedaan paling mencolok ada pada arus kas:
- On-Premise (CAPEX): Membutuhkan investasi modal besar di awal (Upfront Cost). Anda harus membeli server, lisensi perpetual, dan infrastruktur jaringan.
- Cloud (OPEX): Biaya awal rendah. Anda membayar biaya operasional bulanan atau tahunan. Ini menjaga arus kas tetap likuid bagi perusahaan yang sedang tumbuh.
3. Aksesibilitas dan Mobilitas
Cloud ERP memberikan keunggulan mobilitas. Karyawan dapat mengakses data real-time dari mana saja, selama terhubung internet. Ini ideal untuk perusahaan dengan banyak cabang atau tim penjualan di lapangan.
On-Premise biasanya terbatas pada jaringan lokal kantor (LAN). Akses dari luar membutuhkan pengaturan VPN khusus yang seringkali mempersulit koneksi dan membutuhkan tim IT untuk mengelolanya.
Perbandingan Keamanan
Banyak yang mengira On-Premise lebih aman karena data ada "di kantor". Faktanya, vendor Cloud skala besar (seperti AWS/Azure) memiliki standar standar enkripsi dan kepatuhan yang jauh lebih tinggi daripada ruang server kantor biasa.
Kapan Memilih Cloud?
Pilih Cloud ERP jika:
- Anda ingin implementasi cepat dengan biaya awal minim.
- Anda tidak memiliki tim IT internal yang besar.
- Bisnis Anda memiliki banyak lokasi atau mobilitas tinggi.
- Anda selalu menginginkan fitur terbaru tanpa upgrade manual yang rumit.
Kapan Memilih On-Premise?
Pilih On-Premise ERP jika:
- Kebijakan industri/regulasi melarang data disimpan di pihak ketiga.
- Koneksi internet di lokasi operasional sangat tidak stabil.
- Anda membutuhkan kustomisasi sistem yang sangat spesifik dan mendalam.
- Anda lebih memilih investasi aset (CAPEX) daripada biaya langganan rutin.
Kesimpulan
Tren industri bergerak kuat ke arah Cloud karena skalabilitas dan efisiensinya. Namun, keputusan akhir bergantung pada model bisnis dan kesiapan infrastruktur Anda.
Pastikan Anda menghitung Total Cost of Ownership (TCO) selama 5 tahun untuk melihat perbandingan biaya yang sebenarnya antara kedua opsi ini. Untuk memahami lebih dalam mengapa ERP adalah fondasi bisnis modern, simak artikel kami yang membahas transformasi digital secara komprehensif.
Butuh perhitungan TCO?
Tim Sakacorp siap membantu Anda menghitung perbandingan investasi Cloud vs On-Premise secara rinci.
Bingung memilih infrastruktur?
Jangan salah investasi. Kami bantu analisis kebutuhan infrastruktur IT Anda.
Konsultasi Infrastruktur